Cara Kompresor Udara Untuk Menyalakan Mesin Utama Kapal 

Cari Kompresor Angin – Sebuah Kapal berbobot tentunya memerlukan sebagian mesin untuk bisa bergerak. Entah itu untuk mesin 2 langkah maupun mesin 4 langkah pada kapal yang mempunyai ukuran-ukuran yang cukup besar. Mesin kapal sendiri malahan dinyalakan dengan dua sistem. Adalah dengan metode kelistrikan dan juga dengan metode kompresor udara.

Untuk itu, kali ini Polapetro akan membahas sedikit perihal menyalakan mesin utama sebuah kapal dengan mengaplikasikan metode kompresor udara. Metode kerja dari metode kompresi udara ini diawali dari udara bertekanan yang dibuat dari sebuah kompresor kemudian disimpan didalam sebuah tabung udara yang bertekanan pula (air receiver) dan kemudian baru akan diterapkan pantas dengan kebutuhan dari mesin kapal itu sendiri.

Untuk lebih mudahnya, mari kita bahas satu persatu perihal prinsip kerja udara bertekanan bagi mesin utama kapal, antara lain:
1. Kompresor mulai menyuplai udara bertekanan menuju sebuah tabung angin atau yang lazim disebut sebagai air receiver. Didalam tabung inilah, udara yang bertekanan akan bisa menyalakan mesin utama dari kapal via standar yang berlakukan oleh Safety of Life at Sea (SOLAS), adalah bisa diterapkan sebanyak 12 kali start bagi mesin tanpa reduction gear, serta cuma bisa diterapkan sebanyak 6 kali bagi mesin yang mengaplikasikan reduction gear. Sementara itu, jumlah tekanan udara yang berada di dalam tabung hal yang demikian haruslah berkisar aantara 25 sampai 30 bar.

2. Berikutnya ialah cara kerja distribusi udara menuju botol angin yang kemudian dituntun terhadap air starting valve, supaya udara bertekanan hal yang demikian dapat masuk menuju silinder mesin.

3. Dalam pendistribusiannya, akan ada sebuah pegas yang terdapat pada katup main air starting valve. Pegas ini berfungsi untuk membendung katup supaya senantiasa dalam situasi tertutup pada ketika diterapkan.

4. Kemudian terdapat sebuah  katup bernama interlock blocking valve yang berfungsi untuk menghalangi penerbang valve Jikalau terdapat suatu kejadian dimana turning gear engine merekat. Tidak cuma itu, katup ini juga mempunyai fungsi untuk mencegah terjadinya tekanan udara balik (backpressure) dari sebuah udara yang sudah terkompresi didalam mesin kedalam sebuah metode.

5. Setelahnya, udara dengan tekanan yang tinggi hal yang demikian kemudian akan diwariskan via pengaplikasian reduction valve/ station  sebelum akibatnya masuk menuju silinder (dari 30-7 bar)

 

Artikel Lainnya